SMP Negeri 1 Nubatukan Gelar Ujian Sekolah Berbasis Digital, 233 Siswa Tempuh "Perjuangan Akhir"

 

LEWOLEBA, 22 April 2026 – Suasana di SMP Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata, tampak berbeda pagi ini. Sebanyak 233 siswa kelas IX secara resmi memulai Ujian Sekolah (US) berbasis Komputer dan Android. Ujian ini menjadi momen krusial sebagai evaluasi akhir masa studi mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Pelaksanaan ujian hari pertama diawali dengan upacara singkat yang sarat makna. Seluruh panitia dan pengawas menjalani pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ujian berlangsung dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparansi, dan profesionalisme.

Kepala SMP Negeri 1 Nubatukan, Dra. Maria Yustina Luku, dalam keterangannya menyatakan bahwa ujian ini adalah puncak dari proses panjang para siswa.

"Ini adalah perjuangan akhir mereka selama tiga tahun di lembaga ini. Kami berharap mereka tidak hanya fokus pada hasil akhir berupa nilai, tetapi juga pada proses yang jujur. Ujian ini adalah gerbang bagi mereka sebelum resmi tamat dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," ujar Dra. Maria.

Senada dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Ketua Panitia, Gabriel Tobi, S.Pd., menjelaskan bahwa kesiapan teknis telah dimatangkan jauh-jauh hari untuk melayani ratusan peserta tersebut.

"Ada 233 siswa yang mengikuti ujian kali ini. Kami menggunakan sistem hybrid antara komputer laboratorium dan perangkat Android milik siswa. Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai hari ini 22 April hingga 29 April 2026 mendatang," jelas Gabriel.

Di sisi lain, Tim Teknis Ujian SMPN 1 Nubatukan memastikan bahwa kendala digital telah diantisipasi. Tim teknis telah melakukan sinkronisasi server dan penguatan sinyal Wi-Fi di setiap titik ruang ujian guna menjamin kelancaran akses soal bagi siswa yang menggunakan ponsel pintar.

"Kami siaga penuh selama ujian berlangsung untuk menangani kendala login atau masalah perangkat, sehingga siswa bisa fokus sepenuhnya pada pengerjaan soal," ungkap perwakilan tim teknis.

Bagi para siswa, ujian ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ujian sekolah ini merupakan langkah final bagi angkatan 2026 SMP Negeri 1 Nubatukan. Setelah melewati masa tiga tahun penuh dinamika, para siswa kini berjuang memberikan yang terbaik sebelum akhirnya dinyatakan lulus dan meninggalkan almamater tercinta.

Humas Spensa/Pcf

0 Komentar